Tag: Hadits

Muqaranah Syarah Hadits dari Ragam Madzhab (Aplikasi Kaidah Qath’iyyah Al-Wurûd wa Al-Dilâlah)

Pendahuluan Pembahasan hukum dalam kitab-kitab syarah Hadits, khususnya syarah al-kutub al-sittah, pada umumnya memiliki corak pemikiran hukum sesuai dengan madzhab penulisnya, karena setiap penulis kitab syarah Hadits akan menggali kandungan hukum dalam Hadits-Hadits yang mereka syarah berdasarkan pola ijtihad madzhabnya. Mengingat ushul fiqh dalam satu … Continue reading Muqaranah Syarah Hadits dari Ragam Madzhab (Aplikasi Kaidah Qath’iyyah Al-Wurûd wa Al-Dilâlah)

TEORI QATH’IYYAH AL-WURÛD WA AL-DILÂLAH DALAM SYARAH HADITS

Pendahuluan Qath’iyyah al-wurûd wa al-dilâlah[1] merupakan salah satu pertimbangan utama dalam berhujjah dan mengambil petunjuk dari Hadits. Suatu Hadits yang qath`iyy al-wurûd wa al-dilâlah wajib diterima dan diamalkan sesuai dengan makna tekstualnya. Kekuatan Hadits ini sejajar dengan Al-Quran yang qath`iyy dl-dilâlah. Sedangkan Hadits yang tidak … Continue reading TEORI QATH’IYYAH AL-WURÛD WA AL-DILÂLAH DALAM SYARAH HADITS

TAKHRIJ HADITS IHYA’ AL-MAWAT

Otentisitas Hadits Ihya’ al-Mawat Teks Hadits dan Syahidnya Syarah dan kritik dengan metode takhrij (pembahasan) Hadits tentang Ihya’ al-Mawat diawali dengan ditemukannya Hadits tersebut pada kitab takhrij al-maudhu’i, kitab al-Maqashid al-Hasanah fi Bayan Katsir min al-Ahadits al-Musytahirah ala al-Sinah karya al-Sakhawi (w. 902H)[1] sebagai berikut: … Continue reading TAKHRIJ HADITS IHYA’ AL-MAWAT

SYARAH DAN KRITIK DENGAN METODE TAKHRIJ HADITS TENTANG GADAI (RAHN)

A. Otentisitas Hadits Rahn 1. Teks Hadits dan Syahidnya Syarah dan kritik dengan metode takhrij (pembahasan) Hadits tentang Rahn diawali dengan ditemukannya Hadits tersebut pada kitab takhrij al-maudhu’i, kitab al-Badr al-Munir fi Takhrij al-Hadits wa al-Atsar karya Ibnu Mulqan (w. 804 H)[1] sebagai berikut: «أنَّه … Continue reading SYARAH DAN KRITIK DENGAN METODE TAKHRIJ HADITS TENTANG GADAI (RAHN)

MENJAWAB SYUBHAH HADITS “AJTAHIDU RA’YI”

Pendahuluan Perbincangan status hadits “ajtahidu ra’yi” Mu’adz bin Jabal bukanlah perkara baru. Jika ditelusur dalam kitab-kitab hadits, ushul fikih, dan fikih, perbincangan status hadits ini sudah sangatlah banyak mulai yang melemahkan sampai yang menggunakannya tanpa ada keraguan lagi. Mayoritas ahli hadits menyatakan status hadits ini … Continue reading MENJAWAB SYUBHAH HADITS “AJTAHIDU RA’YI”